Sambuatan Pembina Upacara Bendera Hari Senin, 15 September 2025
Tema: Pasca Unjuk Rasa Anarkis dan Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Oleh: Kapolsek Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan staf sekolah, serta anak-anakku pelajar Indonesia yang saya banggakan.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat-Nya kita dapat melaksanakan upacara bendera pagi ini dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Anak-anakku sekalian,

Belakangan ini bangsa kita diguncang berbagai peristiwa unjuk rasa di sejumlah wilayah Indonesia. Aksi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi justru berubah menjadi tindakan anarkis, perusuhan, kekerasan, bahkan pengerusakan fasilitas pemerintah dan fasilitas umum. Yang sangat memprihatinkan, tidak sedikit pelajar yang ikut terlibat, padahal mereka sejatinya belum memahami utuh situasi dan isu kebangsaan yang berkembang.

Dalam banyak kasus, keterlibatan pelajar ini bukan karena kesadaran penuh, tetapi karena terprovokasi dari informasi menyesatkan di media sosial. Ada yang ikut karena ikut-ikutan teman, ingin dianggap berani, atau hanya karena terbawa arus tren dunia maya. Padahal, mereka tidak tahu bahwa setiap tindakan kekerasan, perusakan, dan pelanggaran hukum memiliki konsekuensi hukum yang nyata dan dapat merusak masa depan mereka sendiri.

Anak-anakku,

Kalian harus menyadari bahwa media sosial bukanlah sumber kebenaran mutlak. Jangan mudah percaya dan menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya, apalagi ajakan-ajakan yang menyesatkan. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bijak, yang mampu memilah informasi, bukan mudah diprovokasi. Ingatlah, jejak digital kalian akan membentuk citra dan reputasi kalian di masa depan.

Sebagai pelajar, kalian adalah generasi penerus bangsa, bukan pelaku kerusuhan. Tugas kalian adalah belajar, membangun karakter, menanamkan cinta tanah air, serta menumbuhkan rasa hormat pada hukum dan aturan. Ketaatan pada hukum bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kecintaan pada negara dan wujud kedewasaan sebagai warga negara.

Anak-anakku,

Bangsa ini menaruh harapan besar kepada kalian semua. Di tahun 2045, saat Indonesia genap 100 tahun merdeka, kalianlah yang akan menjadi pemimpin, inovator, ilmuwan, dan penggerak kemajuan bangsa. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, negara ini tidak butuh perusuh, tetapi membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, disiplin, taat hukum, cinta damai, dan berakhlak mulia.

Karena itu, saya berpesan:

Bangun cita-cita kalian dengan belajar sungguh-sungguh.

Gunakan media sosial untuk berkarya, bukan untuk menyebar kebencian atau provokasi.

Jaga persatuan dan toleransi di sekolah maupun di masyarakat.

Jadilah pribadi yang selalu taat hukum dan cinta tanah air.

Mari kita buktikan bahwa pelajar Indonesia adalah generasi yang siap membawa bangsa ini menuju kejayaan. Bukan generasi yang mudah dihasut, tetapi generasi yang berpikir jernih, berjiwa damai, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, merdeka!