JEMBER — SMK Negeri 7 Jember sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) bagi seluruh siswa-siswi kelas X. Kegiatan perkemahan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter disiplin, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta mempererat kebersamaan antarpeserta didik.

Perjusa yang mengusung konsep edukatif dan rekreatif ini resmi dibuka melalui Upacara Pembukaan yang dirangkaikan dengan Upacara Terima Tamu Tegak. Prosesi ini menandai secara resmi bergabungnya para siswa kelas X sebagai anggota Ambalan Pramuka Penegak di gugus depan SMKN 7 Jember.

Rangkaian Kegiatan yang Padat dan Edukatif

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan oleh panitia dan pembina Pramuka:

  • Pendidikan Karakter & Kedisiplinan: Melalui sesi Kesamaptaan, para siswa dilatih fisik dan mentalnya untuk membangun ketahanan serta kedisiplinan yang tinggi.

  • Materi Kepemimpinan & P3K: Guna membekali kecakapan hidup (life skills), peserta mendapatkan pembekalan materi tentang kepemimpinan dasar serta teknik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

  • Petualangan & Rekreasi: Semangat kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Ekspedisi Pramuka dan Outbound yang menantang kerja sama tim serta kekompakan kelompok.

  • Kekompakan & Kreativitas: Suasana malam hari menjadi hangat berkat digelarnya acara Api Unggun yang dilanjutkan dengan Pentas Seni (Pensi), di mana setiap kelompok menampilkan kreativitas seni terbaik mereka.

  • Kebugaran Jasmani: Rangkaian kegiatan fisik ditutup dengan Senam bersama pada Sabtu pagi untuk menjaga kebugaran tubuh seluruh peserta.

Ditutup dengan Semangat Baru

Kegiatan Perjusa kelas X ini akhirnya ditutup secara resmi melalui Upacara Penutupan pada Sabtu sore. Dalam amanatnya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas semangat, antusiasme, dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh seluruh siswa selama perkemahan berlangsung.

Dengan berakhirnya Perjusa ini, diharapkan para siswa kelas X SMKN 7 Jember mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepramukaan—seperti kemandirian, gotong royong, dan tanggung jawab—baik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.