





Jember, 9 Juli 2025 – Pelaksanaan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 7 Jember memasuki hari kedua yang penuh dengan materi dan praktik inovatif. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juli 2025 ini dibuka secara langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Abdul Hayyi, S.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap kurikulum baru demi kemajuan pendidikan di sekolah.
Sesi inti hari kedua IHT diisi oleh pemateri ahli, Ibu Dr. Wahyu Ekawati, M.Pd. Beliau membawakan materi “Pemahaman Pembelajaran Mendalam” yang mengulas tuntas konsep dan esensi dari pendekatan pembelajaran ini. Pembelajaran mendalam bertujuan untuk mendorong siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami konsep secara holistik, berpikir kritis, dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks.
Lebih lanjut, Ibu Dr. Wahyu Ekawati, M.Pd., mengajak para guru untuk langsung mempraktikkan implementasi pembelajaran mendalam melalui beragam metode pembelajaran kooperatif. Para peserta IHT aktif terlibat dalam simulasi dan praktik langsung metode seperti Jot Thought (berbagi ide cepat), Talking Chip (teknik berbicara bergiliran), dan Rotasi Stasiun (pembelajaran kelompok berpindah). Sesi praktik ini sangat krusial agar guru dapat merasakan langsung dinamika dan manfaat dari metode-metode tersebut saat diterapkan di kelas.
Setelah sesi pemahaman dan praktik, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Modul Ajar. Dengan bekal pemahaman tentang pembelajaran mendalam dan pengalaman praktik metode kooperatif, para guru dibimbing untuk merancang modul ajar yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Modul ajar yang disusun diharapkan mampu mendorong siswa untuk terlibat aktif, berpikir kritis, dan mencapai pemahaman yang mendalam.
IHT ini menjadi bukti komitmen SMK Negeri 7 Jember dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran, memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki keterampilan yang relevan dan daya saing tinggi di era Kurikulum Merdeka.