
JEMBER – SMKN 7 Jember menjalani proses penilaian Lomba Implementasi Program Sekolah Berkarakter. Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Kepala SMKN 7 Jember, Bapak Abdul Hayyi, S.Pd., bersama seluruh warga sekolah yang berkomitmen mewujudkan lingkungan belajar yang hijau dan berbudaya.
Penilaian ini berfokus pada evaluasi pembentukan karakter peserta didik melalui aksi nyata pelestarian lingkungan di area sekolah. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah mendampingi langsung tim juri untuk meninjau berbagai indikator dan praktik baik yang telah diterapkan oleh para siswa dan tenaga pendidik.

SMKN 7 Jember menonjolkan empat pilar utama budaya karakter berbasis lingkungan. Penerapan hemat energi pembiasaan mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan, optimalisasi pencahayaan alami di ruang kelas, serta kampanye efisiensi energi secara konsisten. Pengurangan limbah plastik, kebijakan wajib membawa tumbler atau tempat minum sendiri dari rumah guna menekan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah, penerapan sistem pemilahan sampah yang tepat dari sumbernya serta pengembangan inovasi daur ulang sampah. Gaya hidup keberlanjutan, dorongan nyata bagi seluruh warga sekolah untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, seperti bersepeda atau berjalan kaki menuju sekolah.
Melalui ajang ini, SMKN 7 Jember tidak hanya menargetkan pencapaian prestasi, tetapi juga bertujuan memperkuat pembiasaan gaya hidup berkelanjutan sustainable living agar menjadi karakter yang melekat pada diri setiap siswa.
Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui peninjauan lapangan, wawancara dengan warga sekolah, serta verifikasi kelengkapan fasilitas pendukung di lingkungan SMKN 7 Jember.