11 Desember 2025 – SMK Negeri 7 Jember sukses menggelar evaluasi Bantuan _Teaching Factory (TeFa)_ untuk kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program Reguler Tahun Anggaran 2025. Acara yang berlangsung di sekolah setempat mulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri Kepala SMKN 7 Jember Abdul Hayyi, S.Pd., perwakilan PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Jember, tim manajemen sekolah, serta guru-guru TKJ.

Abdul Hayyi membuka acara secara resmi sambil menyampaikan sambutan. Ketua program TKJ melaporkan capaian proyek, termasuk realisasi kegiatan dan kendala yang dihadapi. Program ini menjadikan SMKN 7 Jember sebagai pelopor _Teaching Factory_ TKJ pertama di Jember. Senna Saflianda Cendikia Putra dari ICON+ Jember memimpin evaluasi, menyatakan proyek telah selesai 100 persen. “Kami harapkan TeFa TKJ semakin berkembang pesat, dan kerjasama ICON+ dengan SMKN 7 Jember semakin erat,” ujarnya.
Abdul Hayyi menambahkan arahan tindak lanjut, termasuk peningkatan pembelajaran berbasis industri dan strategi pengembangan TeFa tahun depan.

Fokus Lulusan TKJ Standar Industri FTTH
SMKN 7 Jember terus tingkatkan mutu pembelajaran TKJ untuk ciptakan lulusan kompeten di bidang Fiber To The Home (FTTH). Kerjasama dengan ICON+ kembangkan model Teaching Factory yang selaraskan keterampilan siswa dengan standar industri, khususnya instalasi jaringan fiber optik. “Kami ingin kemampuan siswa sesuai kebutuhan dunia kerja,” kata perwakilan bidang TKJ.
Hingga kini, TeFa TKJ hasilkan layanan voucher internet untuk siswa melalui pemasangan jaringan di enam titik kelas. Ke depan, sekolah targetkan perluas ke 12 titik penuh, bahkan layanan pemasangan fiber untuk masyarakat sekitar jika permintaan meningkat.
Tantangan Biaya dan Komitmen Jangka Panjang
Kendala utama adalah biaya tinggi untuk pemasangan fiber dan perangkat. “Insyaallah, melalui keberlanjutan TeFa, kami kembangkan aset secara bertahap agar lulusan TKJ kompetitif di pasar kerja,” tutur perwakilan TKJ. Acara diakhiri doa dan penutupan panitia, dengan harapan evaluasi ini tingkatkan dampak nyata bagi siswa.(Tim Jurnalistik SMEKTUBER)